,

HATI-HATI MEMILIH BUSI, KENALI KODE BUSI & JENIS BUSI, AGAR MESIN TIDAK FATAL

Tips Memilih Busi
Daihatsu Ciledug busi-2 HATI-HATI MEMILIH BUSI, KENALI KODE BUSI & JENIS BUSI, AGAR MESIN TIDAK FATAL

Tips Memilih Busi

Busi adalah komponen utama  mesin yang sangat penting agar mesin bisa hidup dan bekerja dengan baik melalui percikan api yang dihasilkan oleh busi , tanpa busi mesin tidak akan bisa hidup. Agar komponen busi dapat bekerja optimal selain melakukan perawatan berkala yaitu dengan mengenal jenis-jenis busi yang cocok untuk mesin kendaraan Anda. Pabrikan mobil biasanya sudah menentukan jenis busi yang cocok digunakan sesuai jenis mesinnya.

Secara garis besar busi dibagi menjadi 2 jenis :

1. Busi Panas (Busi Standar)

Busi panas atau dinamakan busi standar ini biasanya digunakan untuk mesin pemakaian harian berkarakter hemat BBM, kapasitas mesin kecil hingga sedang, kompresi mesin rendah, oktan BBM rendah, suhu temperature mesin rendah, gaya pemakaian standard dan mesin bertenaga standar.

2. Busi Dingin (Busi Racing)

Busi dingn atau dinamakan busi racing ini biasanya dugunakan untuk mesin pemakaian balap (racing) berperforma mesin kencang, kapasitas mesin besar, kompresi mesin tinggi, oktan BBM tinggi, suhu temperature mein tinggi, gaya pemakaian balapdan mesin bertenaga besar.

Secara khusus busi dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu :

1. Busi Standar

Tipe busi ini merupakan busi bawaan pabrikan resmi mobil baru. Bahan ujung elektroda busi dari bahan nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak pemakaian busi standar bisa menjacapai 20.000 KM dan busi ini sangat cocok untuk pemakaian mobil harian standar.

2. Busi Platinum

Busi dengan bahan platinum bisa disebut juga busi semi racing, karena ujung electrode busi ini didesain sedikit lancip dibandingkan busi standar. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm. Banyak digunakan oleh penyuka Touring karena kemampuan performa mesinnya.

3. Busi Iridium

Busi ini termasuk jenis busi dingin (racing) ramai diaplikasi tuner untuk mesin non standar, ciri khas nya ujung electrode terbuat dari nikel  dan center elekrodenya terbuat dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter electrode 0,6 mm – 0,8 mm. Dan umur busi berkisar 50.000 KM hingga 70.000 KM.

4. Busi Racing

Busi yang didesain dan dipersiapkan dengan bahan yang tahan terhadap kompresi mesin tinggi dan temperature mesin tinggi. Dirancang untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle akselerasi. Busi racingtidak sama dengan busi iridium, diameter centerelektrode nya kecil meruncing seperti jarum. Umur pakai busi ini relative pendek hinga 20.000 KM karena mesin sering digunakan di Rpm tinggi dan suhu temperature mesin tinggi.

5. Busi Resistor

Busi ini sering disalah persepsi banyak orang karena simbol huruf “R” latin dengan font miring banyak yang mengira artinya symbol racing. Dan arti huruf “R” itu adalah  Resistor. Busi ini sering dipakai oleh mobil berteknologi tinggi yang banyak system sensor dan elektrik,karena untukmelindungi system perangkat elektronik digital terhadap pengaruh gelombang radio dan sejenisnya.

Daihatsu Ciledug 2-OK HATI-HATI MEMILIH BUSI, KENALI KODE BUSI & JENIS BUSI, AGAR MESIN TIDAK FATAL

Kode Busi

KODE – KODE PADA BUSI & CARA MEMBACA NYA

W24ES-U (Denso)

W            = Diameter ulir busi (W-14mm)

24           = Tingkat panas busi, jiika nilainya semakin besar berarti tipe busi dingin

E              = Panjang ulir 19 mm

S              = Tipe penggunaan busi S- standar

U             = Konfigurasi gap busi

CPR 7HSP-9 (NGK)

C             = Diameter ulir busi (B: 14mm, C: 10mm, D: 12mm)

P             = Type rancangan busi (hanyapabrikan yang tahu kode ini)

R             = Busi dengan Resistor didalamnya (biasanya digunakan untuk mesin teknologi digital agar menghindari terjadinya frekuensi yang dapat menggangu pembacaan sensor digital)

7              = Tingkat panas busi, jika angkanya lebih kecil 6,5,4 artinya busi panas dan sebaliknya.

H             = Panjang ulir busi, ada 3 jenis kode huruf yang dipakai. Kalau H= 12,7 mm, E= 19 mm, L= 11,2 mm

S              = Tipe elektrode tengah,  jika kode IX artinya bahan iridium, G menunjukan tipe busi racing, dan P busi Platinum, serta S adalah busi standar.

9              = Celah inti electrode busi, angka 9 artinya celah busi 0,9 mm dan kalau 10 celah busi 1 mm.

 

 

C             = Copper core center electoda

D             = 2 Ground Elektroda

P             = Platinum elektroda

R             = Burn off resistor

S              = Silver Elektroda

T              = 3 Ground Elektroda

V             = Wide Gap 1,3 mm

W            = Wide Gap 0,9 mm

X             = Wide Gap 1,1 mm

Y              = Wide Gap 1,5 mm

Z              = Wide Gap 2,0 mm

 

 

 

MASALAH PENYEBAB KERUSAKAN BUSI

Masalah yang terjadi pada mobil yang diakibatkan oleh kerusakan busi.

1. Kerak berlebihan di ujung busi :

– Part pengapian ada yang rusak , diantara CDI, Koil dan Cap busi.

– Terlalu lama menggendarai pada pada RPM rendah.

– Kode busi terlalu dingin.

– Bahan bakar dan udara campurannya terlalu gemuk.

2. Panas Berlebihan :

– Kode busi terlalu panas.

– Setingan udara dan bahan bakar terlalu miskin

– Penumpukan kerak karbon diruang bakar mulai banyak.

– Terlalu sering full gas atau RPM tinggi.

https://www.youtube.com/c/FaqihFeb

https://www.instagram.com/?hl=id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *