,

Pajak PpnBM 0 Persen Harga Mobil Turun sampai 17 Juta

Pajak PpnBM 0 Persen Harga Mobil Turun sampai 17 Juta

Pajak  PpnBM 0 Persen Harga Mobil Turun  sampai  17 Juta

Daihatsu Ciledug pajak-ppnbm-0 Pajak  PpnBM 0 Persen Harga Mobil Turun  sampai  17 Juta

Pajak PpnBM 0 Persen Harga Mobil Turun sampai 17 Juta

1 Tahun berlalu Negeri kita mengalami wabah pandemic Covid-19 dan dari wabah ini berdampak besar terhadap perekonomian khususnya dalam negeri. Terutama industri otomotif yang merupakan salah satu sector manufaktur yang terkena dampak paling besar.

Untuk menaikan kembali pertumbuhan pasar otomotif nasional, pemerintah membuat stimulus kebijakan pajak kendaraan, melalui kemenperin mengusulkan kepada Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memberikan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PpnBm).

Relaksasi ini dalam bentuk pemberian PpnBm 0%. Dan pemberian relaksasi pajak ini dibagi dalam 3 periode sebagai berikut :

  • Periode 1 bulan Maret sampai Mei 2021 PpnBm 0%
  • Periode 2 bulan Juni sampai Agustus 2021 PpnBm 50%
  • Periode 3 bulan September sampai November 2021 PpnBm 25%

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong kembali pasar penjualan mobil dalam negeri yang selama pandemi turun, dan menaikan pendapatan pajak kendaraan terhadap negara dengan adanya peningkatan penjualan mobil.

Kriteria Mobil apa saja yang berhak mendapat program relaksasi pajak PpnBm 0% ini ?

  1. Mobil bermesin 1.500cc kebawah.
  2. Mobil CKD (Compelitely Knock Down) dengan kandungan local diatas 70 %.
  3. Mobil Non LCGC (Low Cost Green Car)
  4. Mobil Passanger bukan mobil komersil (Usaha)

Komposisi Pajak Kendaraan :

  1. PPN (Pajak Pertambahan Nilai) = 10 % dari NJKB (nilai jual kendaraan bermotor).
  2. Ppn BM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) = 3 – 125 % dari NJKB.
  • Ppn BM Mobil LCGC = 3 %
  • Ppn BM Mobil Minibus < 1.500cc = 10%
  • Ppn BM Mobil Minibus 1.500c – 2.500 = 20%
  • Ppn BM Mobil Sedan < 1.500cc = 30%
  • Ppn BM Mobil > 2.500cc = 125%
  1. BBN KB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) = 12,5 % dari NJKB ( untuk wilayah DKI Jakarta)
  2. PKB (Pajak Kendaraan Bermotor ) = 2 % dari NJKB

 

  • Contoh Pehitungan Pajak Ppn BM Normal :

Sebuah mobil Daihatsu Minibus dengan harga NJKB dari pemerintah sebesar Rp 190.000.000. Dan total pajak 34,5 % yang terdiri dari ( PPN 10%, PpnBM 10%, BBN KB 12,5%, PKB 2%). Maka total pajak yangdibayar ke negara adalah 190.000.000 x 34,5% = 65.550.000.

  • Contoh Perhitungan Relaksasi Pajak Ppn BM 0 % :

Sebuah mobil Daihatsu Minibus dengan harga NJKB dari pemerintah sebesar Rp 190.000.000. Dan total pajak 24,5 % yang terdiri dari ( PPN 10%, PpnBM 0%, BBN KB 12,5%, PKB 2%). Maka total pajak yangdibayar ke negara adalah 190.000.000 x 24,5% = 46.550.000.

 

Dari contoh diatas terlihat selisih antara pajak Ppn BM Normal dengan Ppn BM 0% adalah sebesar 20.000.000. Jadi jika harga mobil On The Road dari Pabrikan mobil seharga Rp 250.000.000 sebelum terkena Ppn BM 0% , maka setelah terkena Ppn BM 0% akan berkurang 20.000.000 atau harga On The Road menjadi sekitar Rp 230.000.000.

Perhitungan dan harga diatas hanya estimasi.

Jenis mobil Daihatsu yang mendapatkan program ini adalah (Terios, Xenia, Luxio, Granmax Minibus).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *